INTERNASIONAL
TERKINI
- Cegah Radikalisasi, Australia Perketat Pengawasan di Dunia Maya
- Pemerintah Selamatkan 41 Juta Dolar dari Agen Tenaga Kerja di Australia
- Biadab, Tentara Israel Serang Kamp Pengungsi Palestina
- Pawai di Ukraina Diserang Bom, Dua Tewas
- 41 Orang Tewas dalam Kecelakaan Kapal Feri
TERPOPULER
- Warga Australia Justru Inginkan Terpidana Bali Nine Dieksekusi
- PM Australia: Indonesia Harus Ingat Utang Tsunami
- Sstt... PM Australia Klarifikasi Soal Diungkitnya Bantuan Tsunami
- Mantan Dubes Australia; Boikot Indonesia Hanya 'Ajakan Tolol'
- Warga Australia Mulai tak Berminat dengan Bali
TERKOMENTARI
- Azan Saat Penyambutan Obama, Raja Salman Langsung Izin Shalat
- Hamas: Hizbullah Punya Hak untuk Melawan Israel
- Turki: Jika PBB tidak Mampu, Kami Siap Bangun Kembali Gaza
- Spanyol: Pelaku Penembakan Penjaga Perdamaian PBB Adalah Israel
- Dukungan untuk Raja Salman Terus Mengalir
Reuters/David French
Salah satu menara tertinggi dunia, Torch, di Dubai, Uni Emirat Arab, mengalami kebakaran pada Sabtu (21/2).
Penyebab kebakaran belum diketahui. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. Angin yang kencang di wilayah sekitar menambah parah kebakaran hingga merambat lebih besar.
Seorang saksi mata mengatakan pada BBC reruntuhan kebakaran berjatuhan dimana-mana. ''Puing-puing terbang ke gedung-gedung sebelah,'' kata dia. Gedung setinggi 336,1 m tersebut berada di distrik padat dan mewah Marina.
Salah satu saksi yang tinggal di gedung terdekat, Princess Tower, Cyrille Sekretev mengatakan semua penghuni gedung kabarnya telah dievakuasi dan belum diizinkan kembali sehingga mereka harus mengungsi.
''Saya lihat empat lantai terbakar, kemudian 20 lantai hingga 60. Cuaca sangat berangin sehingga menyebarkan api,'' kata dia. Gedung Torch merupakan salah satu gedung tempat tinggal mewah yang dibuka pada 2011.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar